Senin, 06 Februari 2012

Angin Social Community – Kebersamaan dalam kunjungan ke Panti Asuhan



            Acara Angin Social Community (ASC) sukses dilakanakan pada Minggu, 5 Februari 2012 . Acara yang diprakarsai oleh alumni Teater Angin yang juga tamatan SMA N 1 Denpasar ini, sangat bernilai sosial. Komunitas sosial ini berkesempatan mengunjungi Panti Asuhan Artha Kara Kumara dan Panti Asuhan Priya Hita (penyandang cacat) . Perjalan yang cukup jauh dari Denpasar menuju Kabupaten Negara, tidak meredupkan semangat. Ditemani pembina Teater Angin Dra. Elly Susiana, serta anggota Teater Angin berbagi sedikit sesari untuk anak-anak dikedua panti tersebut, sumbangan berupa uang,  baju, buku, makanan, sampai bibit bebek-pun diserahkan secara simbolis oleh anggota ASC . Kunjungan pertama di Panti Asuhan Artha Kara Kumara. Panti asuhan yang diresmikan 29 April 1999 ini menyambut kedatangan ASC dengan antusias. Seusai beramah tamah, dan menghibur anak-anak panti dengan beberapa lagu musikalisasi puisi, perjalanan dilanjutkan . Tak jauh dari tempat sebelumnya, Panti Priya Hita kunjungan selanjutnya. Panti yang didirikan oleh Cokorda Raka beserta istrinya Cokorda Istri Oka ini, menampung anak – anak yang memiliki daya serap rendah, cacat mental/fsik , serta kurang mampu. Panti yang terletak di depan sekolah luar biasa ini, memang telah sukses menghantarkan siswanya dalam ajang Akademik dan Non Akademik. Walaupun terbilang kurang, namun prestasi yang diraih tidak sedikit, mulai dari olahraga silat, sampai cerdas cermat sudah sering menghiasi panti asuhan yang berpenghuni 25 orang . Usai kunjungan, Ketua Teater Angin , Ledy Trisna menyerahkan sumbangan yang berasal dari berbagai donator yang telah menyisihkan hasil jerih payahnyahnya untuk amal ini, kepada pimpinan panti. “Semoga, acara Angin Social Community, bisa terus berjalan, dapat menyalurkan sumbangan – sumbangan dari donator, dan mampu menjangkau berbagai daerah, serta diharapkan lebih banyak lagi uluran tangan untuk saudara-saudara kita yang kurang beruntung diluar sana.”  Ucap Anggota ASC Teguh Arta Jaya.

foto bersama Gus Mang salah satu anak panti Artha Kara Kumara



Tiga Mangkuk Mie dan Telur –Tiga Gelas Teh Susu Hangat

Tiga Mangkuk Mie dan Telur –Tiga Gelas Teh Susu Hangat
            Untuk saudara kami, Alm. I Nyoman Bayu Krishna

Penanggalan – 21
Gelap malam terhiasi satu percikan bintang
Perut yang kerongcongan menjadi setelah lelah
Sembari memutar  –Waiting For Godot-
Memetik gitar, bergurau dalam konflik, lalu bermain topeng
            Sepenggal kisah di Batanghari, selalu kau ingat
            Tersimpul senyum manis malu, dan suara merdu
            Serasa tiada hari tanpa canda digurauan
            Sampai pagi bergelut tanpa sadar
Seorang teman sungguhkan mie, susu hangat
Lahap tersantap dengan diskusi kecil
Sedikit cibiran, dan harapan akan esok yang lebih baik
Serta tentang ‘kebersamaan dan makan’
-selalu kau lakukan tanpa mengeluh
Kami rindu sapaan mu…

Kamis, 26 Januari 2012

JAJANG C. NOER : IKHLAS DAN CINTA KASIH



Dunia teater acap kali digemari oleh para yowana, terlebih lagi komunitas teater baik dalam maupun luar sekolah.  Terbukti dengan maraknya teater-teater yang mengikuti berbagai kegiatan lomba seperti, musikalisasi puisi, baca puisi, dekalamasi puisi, dramatisasi, drama modern, dan lain sabagainya.  Sebagai pecinta teater, ataupun film, tentunya tidak asing lagi dengan figur Lidia Djunita Pamontjak atau lebih akrab disapa Jajang C. Noer . Istri dari seniman tanah air, Alm. Arifin C. Noer ini,  kerap kerap kali menghiasi layar lebar dan menyutradarai film . Beliau memang sosok yang cukup piawai dalam berlakon baik di atas pentas maupun di depan kamera. Berbagai penghargaan sudah mampu diraih, dalam lingkup nasional maupun internasional. Bahkan Jajang tak jarang menjadi juri film internasional, dan drama nasional.
 Ketertarikannya dalam bidang ini bermula sejak Jajang senang menyaksikan pementasan teater. Aktifitas ini ternyata sudah mulai ditekuni Jajang sejak ia menuntut ilmu di Universitas Indonesi. Pada saat itu, ia bergabung dengan sanggar teater yang kebetulan dipimpin oleh Arifin C.Noer. Kesuksesannya saat ini tentu berkat usaha dan prinsip ketulusan hati yang selalu dijungjung tinggi.
 Ditemui pada acara ETEC (Equilibrium Theater Competition) Kamis, 1 Desember, bertempat di Gudung Wanita Karya Graha. Setelah usai menjadi juri , Jajang mengutarakan  pandangannya terhadap teater saat ini, terutama teater sekolah di Bali “Jika ditinjau dari segi  teater modern, masih jauh dari sempurna, karena masih asal, atau sekedar ditampilkan. Dari segi vokal , penghayatan yang kurang, itu terjadi akibat kurangnya pemahaman konsep pemain pada drama itu sendiri.” Tutur wanita kelahiran Paris, 28 Juni 1992 . Jajang juga menambahkan, bila ingin menyuguhkan pementasan yang berbobot dan berkualitas hendaknya dimualai dari ketulusan dan cinta kasih.  “Penggarapan yang benar, dimulai dari rasa, harus ada penekanan terhadap amanat yang ingin disampaikan dalam naskah drama tersebut. Perasaan yang tulus, dan penghayatan dari hati, dengan akal yang logis, dapat menumbuhkan kualitas pementasan itu sendiri. Janganlah asal, atau sembarangan. Segala sesuatu harus dilakukang dengan sungguh-sungguh. Lakukanlah,lakukanlah!” Pesan pemenang Festifal Film Indonesia (FFI) 1992 dalam katagori Aktris Pendukung Terbaik ini, sekalligus menutup perbincangan.(WDS)

Minggu, 22 Januari 2012

AYO! SAKSIKAN! MAS TEATER ANGIN 2012 ! 24-25 JANUARI 2012 @AULA SMANSA !!








MALAM APRESIASI SASTRA TEATER ANGIN 2012 BERTAJUK 'NASIONALISME'
ACARA INI DIDEDIKASIKAN KHUSUS UNTUK SAUDARA KAMI
ALM. I NYOMAN BAYU KRISHNA (ACONG)











SAYEMBARA KARYA SASTRA se-Nusantara

sebuah wadah kreatifitas untuk kaum pecinta sastra :) ayoooo ikuti :)

Seratus lontaran tersemat


Cahaya pagi, sejukan harapan kebersamaan yang beranaung di tiang-tiang mimpi
Berpeluh kesah, menimba tanpa tanda
Aku bagaikan segelintir jiwa yang merenung di pendakian hati
Aku masih ingin menyapa malam
Ketika hujan menghentam gemuruh
Aku tersadar, entah sampai kapan aku begini
Menunggu sinar yang luput kabut
Antara bangku dan bangku serta antara dia – dirinya
Sampai akhirnya mata ku lelah, hati mati

Jogja, 11 Januari 2012

NOSSTRESS – Perspktif Bodoh dan Segar


Berawal dari hobi, tak jarang anak muda saat ini membentuk group band atau berbagai kelompok kesenian . Salah satu yang sedang nge-hits yakni Nosstress Band . Group Band yang terdiri dari I Nyoman Angga Yudistha atau akrab disapa Angga sebagai gitaris dan vocal. I Komang Gunawarma alias Qupitt sebagai vokalis dan gitaris , dan Cokorda Bagus Pemayun atau sering dipanggil Cok sebagai vocal, cajon, dan harmonica. Bisa dibilang, kesuksesan mereka saat ini tidak mudah, karena sebelum Nosstress diresmikan tahun 2011, grup band ini kerap kali gonta ganti personil dan nama band. Mulai dari Crocourt Acoustic, Stakato, Sense Acoustic hingga sampai pada pemilihan nama Nosstress serta telah melaunching albumnya bertajut “Perspektif Bodoh” . Lagu-lagu yang dibawakan band ini sangat inspiratif suasana acoustic yang kental mewarnai tembang-tembangnya. Group Band ini selalu tampil sederhana, dangan gaya berpakaian panggung yang santai, serta ramah bila menyapa setiap penggemarnya. Walaupun menggunakan instrumen yang minim, lagu-lagu mereka tidak sederhana untuk ukuran musik pop lokal. Seperti pada lirik Bersama Kita
Semua cerita dalam setiap hidup takkan selamanya indah
Takkan selamanya buruk
Coba slalu hadapi”
Pembuatan lirik lagu didominasi oleh Qupitt yang memang sangat kreatif dalam pemilihan kata segar dan cerdas, serta bernuansa kehidupan,alam sekitar. Lirik easy liatening tersebut membuat  Nosstress semakin diminati detengah hiruk pikuk Denpasar. Nosstress juga berkreasi dengan musik dengan pengaruh kuat dari musik soul dan blues. Ditemui seuisai mengisi acara muda di Fakultas Sastra Udayana, Angga menyempatkan diri berfoto dengan penggemarnya, serta berpesan kepada kaula muda “Boleh nakal, tapi nakal dalam arti positive’’ tutupnya mengakihiri perbincangan.