Jumat, 10 Februari 2012

Pada Matahari Tumpah Ratap


Pada matahari tumpah ratap
Bertuba debu terbakar darah

Rindu rumput rindu beku
Ditelan kabut sayap kelabu
Mengendap pucuk cemara
Menyilang angin senja

Oh,matahari jauhkan rimba
Dai lulung rimba
Belalhlah waktu jangan rimba dewataku
Yang telanjang dalam warna kelabu
Biarkan ja;ak menepis senja
Biarkan dupa menina bobokan dewa-dewa sampai ke sorga

Oh.Matahari jangan mabukkan rimba
Aku percaya
Pada bir di pelaminan

Oh,Matahari jangan koyak langit senja
Demi rimbaku lestari dalam cahaya
Wangi bunga

I Gusti Putu Bawa Samar Gantang

Senin, 06 Februari 2012

MALAM APRESIASI SASTRA 2012 - NASIONALISME



Malam Apresiasi Sastra ( MAS ) 2012 Teater Angin SMAN 1 Denpasar, sukses digelar. MAS Teater Angin tahun ini mengusung tema “Nasionalisme”. Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 24-25 Januari 2012 bertempat di Aula SMAN 1 Denpasar. Acara pementasan ini mengundang antusisme penonton yang sangat banyak. Pementasan ini tidak hanya menampilkan kreatifitas dari Teater Angin saja, tetapi beberapa teater dan komunitas di Bali juga ikut berpartisipasi dihari pertama, dan dihari kedua yang merupakan malam puncak. Dibuka dengan “Tarian Jaka Tarub” oleh Teater Limas dari SMAN 5 Denpasar, disusul dengan Teater Teras yang membawakan sebuah drama, Teater Sangsaka yang menunjukan kebolehan lewat Musikalisasi Puisinya dan diikuti oleh penampilan Teater Bisma yang menampilkan monolog. Teater Wong Kutus dari SMAN 8 Denpasar yang bermusikalisasi puisi sebagai penampilan mereka, Teater Jineng dari SMAN 1 Tabanan yang menampilkan Drama Kolosalnya, Teater Topenk menampilkan monolog, Teater Antariksa dengan fragmentasi puisinya. Lalu disambung dengan penampilan dari Komunitas Senang Bertemu Dengan Anda yang menampilkan musikalisasi puisi dan trax video yang didedikasikan untuk alm. I Nyoman Bayu Krishna yang berjudul “Pending“, Komunitas Palang Empat featuring Teater Angin menampilkan musikalisasi Puisi dan sebuah drama singkat berjudul “ Sedang Dalam Proses “, lalu dilanjutkan dengan penampilan dari Teater Prapat yang berasal dari SMAN 2 Kuta menampilkan drama dan Komunitas Bale menampilkan Musikalisasi Puisi. Acara dihari pertama tersebut ditutup dengan penampilan Teater Blabar dari SMAN 4 Denpasar dengan musikalisasi puisinya yang memukan penonton. Dihari kedua dibuka dengan slide show foto-foto saat persiapan MAS, dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang dibawakan oleh Pembina Teater Angin, Elly Susiana berjudul “ Karawang Bekasi “ karya Chairil Anwar, diikuti dengan Musikalisasi puisi “Gerilya” dan Dramatisasi Puisi.
Lalu hadir kembali Musikalisasi Puisi “Prajurit Jaga Malam”,disambung dengan Drama “Dunia Seolah olah”
dan Musikalisasi Puisi yang berjudul “Kami Belum Merdeka”. 
Penampilan tersebut dipandu oleh seorang dalang yang tidak hanya memimpin acara tersebut dari awal, tetapi dalang juga berinteraksi bersama para penonton yang menyebabkan suasana pementasan pada malam itu menjadi lebih hangat dan berwarna. Kemudian di akhir acara ditutup dengan pembawaan lagu “Tentang Angin” oleh seluruh anggota Teater Angin sebagai wujud rasa bahagia karena acara telah sukses berjalan. “Acara ini, memang kita dedikasikan untuk saudara kami, Alm. I Nyoman Bayu Krishna (Acong) . Serta acara ini merupakan wadah kreativitas bagi pegiat sastra dikalangan sekolah.” Tutur Audra selaku Ketua Panitia. (wds)

Angin Social Community – Kebersamaan dalam kunjungan ke Panti Asuhan



            Acara Angin Social Community (ASC) sukses dilakanakan pada Minggu, 5 Februari 2012 . Acara yang diprakarsai oleh alumni Teater Angin yang juga tamatan SMA N 1 Denpasar ini, sangat bernilai sosial. Komunitas sosial ini berkesempatan mengunjungi Panti Asuhan Artha Kara Kumara dan Panti Asuhan Priya Hita (penyandang cacat) . Perjalan yang cukup jauh dari Denpasar menuju Kabupaten Negara, tidak meredupkan semangat. Ditemani pembina Teater Angin Dra. Elly Susiana, serta anggota Teater Angin berbagi sedikit sesari untuk anak-anak dikedua panti tersebut, sumbangan berupa uang,  baju, buku, makanan, sampai bibit bebek-pun diserahkan secara simbolis oleh anggota ASC . Kunjungan pertama di Panti Asuhan Artha Kara Kumara. Panti asuhan yang diresmikan 29 April 1999 ini menyambut kedatangan ASC dengan antusias. Seusai beramah tamah, dan menghibur anak-anak panti dengan beberapa lagu musikalisasi puisi, perjalanan dilanjutkan . Tak jauh dari tempat sebelumnya, Panti Priya Hita kunjungan selanjutnya. Panti yang didirikan oleh Cokorda Raka beserta istrinya Cokorda Istri Oka ini, menampung anak – anak yang memiliki daya serap rendah, cacat mental/fsik , serta kurang mampu. Panti yang terletak di depan sekolah luar biasa ini, memang telah sukses menghantarkan siswanya dalam ajang Akademik dan Non Akademik. Walaupun terbilang kurang, namun prestasi yang diraih tidak sedikit, mulai dari olahraga silat, sampai cerdas cermat sudah sering menghiasi panti asuhan yang berpenghuni 25 orang . Usai kunjungan, Ketua Teater Angin , Ledy Trisna menyerahkan sumbangan yang berasal dari berbagai donator yang telah menyisihkan hasil jerih payahnyahnya untuk amal ini, kepada pimpinan panti. “Semoga, acara Angin Social Community, bisa terus berjalan, dapat menyalurkan sumbangan – sumbangan dari donator, dan mampu menjangkau berbagai daerah, serta diharapkan lebih banyak lagi uluran tangan untuk saudara-saudara kita yang kurang beruntung diluar sana.”  Ucap Anggota ASC Teguh Arta Jaya.

foto bersama Gus Mang salah satu anak panti Artha Kara Kumara



Tiga Mangkuk Mie dan Telur –Tiga Gelas Teh Susu Hangat

Tiga Mangkuk Mie dan Telur –Tiga Gelas Teh Susu Hangat
            Untuk saudara kami, Alm. I Nyoman Bayu Krishna

Penanggalan – 21
Gelap malam terhiasi satu percikan bintang
Perut yang kerongcongan menjadi setelah lelah
Sembari memutar  –Waiting For Godot-
Memetik gitar, bergurau dalam konflik, lalu bermain topeng
            Sepenggal kisah di Batanghari, selalu kau ingat
            Tersimpul senyum manis malu, dan suara merdu
            Serasa tiada hari tanpa canda digurauan
            Sampai pagi bergelut tanpa sadar
Seorang teman sungguhkan mie, susu hangat
Lahap tersantap dengan diskusi kecil
Sedikit cibiran, dan harapan akan esok yang lebih baik
Serta tentang ‘kebersamaan dan makan’
-selalu kau lakukan tanpa mengeluh
Kami rindu sapaan mu…

Kamis, 26 Januari 2012

JAJANG C. NOER : IKHLAS DAN CINTA KASIH



Dunia teater acap kali digemari oleh para yowana, terlebih lagi komunitas teater baik dalam maupun luar sekolah.  Terbukti dengan maraknya teater-teater yang mengikuti berbagai kegiatan lomba seperti, musikalisasi puisi, baca puisi, dekalamasi puisi, dramatisasi, drama modern, dan lain sabagainya.  Sebagai pecinta teater, ataupun film, tentunya tidak asing lagi dengan figur Lidia Djunita Pamontjak atau lebih akrab disapa Jajang C. Noer . Istri dari seniman tanah air, Alm. Arifin C. Noer ini,  kerap kerap kali menghiasi layar lebar dan menyutradarai film . Beliau memang sosok yang cukup piawai dalam berlakon baik di atas pentas maupun di depan kamera. Berbagai penghargaan sudah mampu diraih, dalam lingkup nasional maupun internasional. Bahkan Jajang tak jarang menjadi juri film internasional, dan drama nasional.
 Ketertarikannya dalam bidang ini bermula sejak Jajang senang menyaksikan pementasan teater. Aktifitas ini ternyata sudah mulai ditekuni Jajang sejak ia menuntut ilmu di Universitas Indonesi. Pada saat itu, ia bergabung dengan sanggar teater yang kebetulan dipimpin oleh Arifin C.Noer. Kesuksesannya saat ini tentu berkat usaha dan prinsip ketulusan hati yang selalu dijungjung tinggi.
 Ditemui pada acara ETEC (Equilibrium Theater Competition) Kamis, 1 Desember, bertempat di Gudung Wanita Karya Graha. Setelah usai menjadi juri , Jajang mengutarakan  pandangannya terhadap teater saat ini, terutama teater sekolah di Bali “Jika ditinjau dari segi  teater modern, masih jauh dari sempurna, karena masih asal, atau sekedar ditampilkan. Dari segi vokal , penghayatan yang kurang, itu terjadi akibat kurangnya pemahaman konsep pemain pada drama itu sendiri.” Tutur wanita kelahiran Paris, 28 Juni 1992 . Jajang juga menambahkan, bila ingin menyuguhkan pementasan yang berbobot dan berkualitas hendaknya dimualai dari ketulusan dan cinta kasih.  “Penggarapan yang benar, dimulai dari rasa, harus ada penekanan terhadap amanat yang ingin disampaikan dalam naskah drama tersebut. Perasaan yang tulus, dan penghayatan dari hati, dengan akal yang logis, dapat menumbuhkan kualitas pementasan itu sendiri. Janganlah asal, atau sembarangan. Segala sesuatu harus dilakukang dengan sungguh-sungguh. Lakukanlah,lakukanlah!” Pesan pemenang Festifal Film Indonesia (FFI) 1992 dalam katagori Aktris Pendukung Terbaik ini, sekalligus menutup perbincangan.(WDS)

Minggu, 22 Januari 2012

AYO! SAKSIKAN! MAS TEATER ANGIN 2012 ! 24-25 JANUARI 2012 @AULA SMANSA !!








MALAM APRESIASI SASTRA TEATER ANGIN 2012 BERTAJUK 'NASIONALISME'
ACARA INI DIDEDIKASIKAN KHUSUS UNTUK SAUDARA KAMI
ALM. I NYOMAN BAYU KRISHNA (ACONG)











SAYEMBARA KARYA SASTRA se-Nusantara

sebuah wadah kreatifitas untuk kaum pecinta sastra :) ayoooo ikuti :)